Sabtu, 23 Desember 2017

Gejala Alam di Indonesia dan Negara Tetangga

Gejala alam adalah peristiwa yang disebabkan oleh kondisi alam. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak gejala(peristiwa) alam yang terjadi di permukaan bumi. Terjadinya gejala alam berkaitan erat dengan kenampakan alam. Gejala alam ada yang menguntungkan dan ada yang menimbulkan kerugian bagi manusia. Gejala alam yang menimbulkan kerugian disebut dengan bencana alam. Beberapa contoh gejala alam , antara lain longsor, gempa bumi, banjir, gunung meletus, dan tsunami. Contoh gejala alam yang lainnya yaitu hujan, embun, dan terjadinya siang malam.

Kenampakan alam dan iklim di Indonesia memiliki kesamaan dengan Negara-negara Asia tenggara, sehingga secara umum gejala alamnya juga memiliki kesamaan.. Misalnya gejala alam berupa gempa bumi dan banjir yang sering terjadi di Negara kita, juga sering terjadi di Negara tetangga seperti Filipina dan Thailand.

Berikut penjelasan tentang gejala alam yang sering terjadi di Indonesia dan Negara tetangga.
A.    Banjir
Banjir merupakan bencana alam yang terjadi karena factor alam dan perilaku manusia. Banjir yang disebabkan factor alam yaitu karena curah hujan yang tinggi dan terus menerus sehingga air sungai meluap hingga ke daratan. Sedangkan factor perilaku manusia yaitu membuang sampah sembarangan dan  merusak hutan.

B.    Tanah longsor
Tanah longsor mrupakan peristiwa runtuh atau jatuhnya tanah atau bebatuan dari lereng bukit atau gunung. Umumnya tanah longsor terjadi di kawasan perbukitan atau pegunungan. Tanda-tanda sebelum terjadinya tanah longsor yaitu hujan berlangsung lama, muncul suara dan getaran kecil di atas lereng.
Faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya tanah longsor, sebagai berikut :
1.    Hujan lebat dan berlangsung lama.
2.    Penebangan pohon secara liar.
3.    Gempa bumi yang menyebabkan tekanan pada lereng gunung.
4.    Erosi yang disebabkan oleh disebabkan oleh sungai dan gelombang laut sehingga lereng-lereng jadi curam.
5.    Banyaknya perumahan di atas lereng gunung.

C.   Gunung meletus
Gunung-gunung di Indonesia umumnya berapi, namun ada yang aktif dan tidak aktif. Gunung yang dapat meletus adalah gunung berapi yang masih aktif. Gunung api yang meletus merupakan gejala alam vulkanik. Ciri-ciri gunung berapi yang aktif adalah puncaknya berasap.
Tanda-tanda gunung api akan meletus adalah naiknya suhu udara di sekitar gunung, banyak binatang turun dari lereng ke daerah yang lebih rendah, banyak mata air yang menjadi kering, dan tercium bau belerang.

D.   Gempa bumi
Gempa bumi merupakan gejala alam berupa getaran atau guncangan yang terjadi pada permukaan bumi yang ditimbulkan oleh tenaga dari dalam bumi. Ilmu yang mempelajari gempa disebut seismologi. Alat untuk mengukur kekuatan gempa dinamakan seismograf. Gempa bumi tidak didahului dengan tanda-tanda tertentu, berbeda dari bencana alam lainnya. Titik pusat gempa disebut episentrum. Gempa dihitung berdasarkan Skala Richter (SR).

Gempa bumi terdiri dari 2 macam, yaitu
1.    Gempa Tektonik
Gempa tektonik adalah gempa yang disebabkan oleh pergeseran lempengan permukaan bumi.
2.    Gempa Vulkanik
Gempa Vulkanik adalah gempa yang disebabkan oleh aktivitas gunung berapi.

E.    Tsunami
Tsunami berasal dari bahasa Jepang, tsu artinya pelabuhan dan nami artinya gelombang. Jadi tsunami berarti gelombang besar di pelabuhan. Gelombang tsunami dapat terjadi apabila pusat gempa terjadi di dasar laut dengan kedalaman dan kekuatan tertentu. Seperti bencana tsunami yang terjadi di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada tanggal 26 Desember 2004. Bencana yang terjadi di Negara kita ini juga di rasakan oleh Negara tetangga, seperti Thailand, dan Sri Lanka.

Selain disebabkan karena gempa tektonik, tsunami juga dapat disebabkan oleh tanah longsor di dasar laut, jatuhnya benda langit (meteor) ke dalam laut, dan juga karena letusan gunung berapi. Seperti letusan gunung Krakatau di Indonesia yang terjadi pada tahun 1883 yang mengakibatkan terjadinya tsunami dengan ketinggian 42 meter dan tercatat sebagai gelombang tsunami tertinggi di dunia.

F.    Angin Topan
Angin topan merupakan tiupan angin yang sangat kencang. Tiupan angin yang sangat dahsyat mengakibatkan banyak pohon yang tumbang, dan hancurnya bangunan.

G.   Angin puting beliung
Angin putting beliung disebut juga tornado. Puting beliung yang sangat kuat dapat menghancurkan bangunan, dan melontarkan kendaraan atau benda berat ke udara. Tanda-tanda putting beliung adalah diawali dengan munculnya bentuk mirip belalai dari awan, angin bertiup kencang, terjadi gerimis dan sambaran petir dan debu membumbung membentuk corong.

Kenampakan Alam dan Keadaan Sosial

A. Kenampakan Alam dan Keadaan Sosial Negara-negara Asia Tenggara
ASEAN atau perkumpulan negara-negara Asia Tenggara awalnya terbentuk melalui konferensi Bangkok 8 Agustus 1967, dengan lima anggota yaitu :

1.         Indonesia
2.         Filipina
3.         Thailand
4.         Malaysia
5.         Brunai Darussalam ( Bergabung 7 Januari 1984 )
6.         Vietnam ( Bergabung 8 Juli 1995 )
7.         Myanmar ( Bergabung 23 Juli 1997 )
8.         Laos ( Bergabung 23 Juli 1997 )
9.         Kamboja ( Bergabung 16 Desember 1998 )

Hingga sekarang menjadi 10 Negara Anggota Asean.



B. Membandingkan Kenampakan Alam Indonesia dengan Kenampakan Alam Negara-negara Lain di Asia Tenggara

Asia Tenggara terletak pada 28’LU-11’LS dan 92’BT-141’BT.
 Batas-batas wilayah Negara Indonesia : 
                                    Utara     : Asia Timur dan Samudra Pasifik
                        Selatan  : Samudra Hindia
Timur    : Samudra Pasifik
Barat     : Samudra Hindia dan Teluk Belangga


C. Membandingkan Keadaan Sosial Negara Indonesia dengan Keadaan sosial Negara-negara di Asia Tenggara

Brunai Darussalam

Gunung yang tertinggi ialah Gunung Pagon. Sungai Belait merupakan sungai terpanjang di negara ini. Brunei Darussalam adalah suatu negara kesultanan dengan ibu kota Bandar Seri Begawan. Kepala negara Brunei Darussalam adalah sultan dan kepala pemerintahannya juga sultan. Sebagian besar penduduknya adalah orang Melayu. Bahasa kebangsaannya adalah Melayu dan agama resmi adalah agama Islam. Brunei Darussalam terkenal sebagai pengekspor minyak mentah, gas alam, dan produk minyak karena terkenal makmur.



Malaysia

Malaysia adalah sebuah negara kerajaan dengan ibu kota Kuala Lumpur. Kepala negara Malaysia adalah raja Sedangkan kepala pemerintahannya perdana menteri. Wilayah Malaysia terdiri dari Malaysia Barat (bagian selatan Semenanjung Malaka) dan Malaysia Timur (Serawak dan Sabah) di pulau Kalimantan bagian utara. Penduduk aslinya Melayu. Bahasa resminya Malaysia (Melayu). Agama mayoritas Islam. Mata pencaharian penduduk pertanian, prtambangan, dan perindustrian. Pertambangannya menghasilkan bijih timah (terbesar di dunia),

Singapura

Singapura adalah sebuah negara republik dengan ibu kota ingapura. Kepala negara Singapura adalah presiden, kepala pemerintahannya adalah perdana menteri.Bahasa resmi Singapura bahasa Inggris. Dari hasil industrinya, Singapura mengekspor mesin dan alat transportasi, alat elektronik, barang-barang konsumsi, bahan kimia & produk olahan minyak. Singapura termasuk negara AsiaTenggara yang berpendapatan paling tinggi.
Thailand


Thailand adalah negara kerajaan dengan ibu kota Bangkok.Thailand merupakan satu-satunya negara Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah negara Eropa. Kepala negara Thailand adalah raja, sedangkan kepala pemerintahannya adalah perdana menteri. Sebagian besar penduduk Thailand menganut agama Buddha. Bahasa kebangsaan Thailand adalah bahasa Thai. Mata pencaharian penduduk Thailand adalah pertanian, kehutanan, pertambangan, dan industri. Penghasil beras terbesar di Asia dan tiga sedunia (dijuluki Gajah Putih, negara Seribu Pagoda & Lumbung padi ASEAN)

Fillipina


Filipina adalah negara yang berbentuk republik dengan ibu kota Manila. Kepala negara Filipina adalah presiden dan kepala pemerintahannya juga presiden. Salah satu bahasa aslinya adalah bahasa Tagalog yang ditetapkan sebagai bahasa kebangsaan. Sebagian besar penduduk Filipina menganut agama Katolik. Agama Islam dianut oleh sebagian penduduk Filipina di bagian selatan. Penduduk aslinya adalahMata pencaharian penduduk Filipina adalah pertanian, pertambangan, dan industri. Komoditi ekspor Filipina terdiri atas gula, kopra, kayu, nanas, bijih tembaga.

Vietnam


Vietnam adalah negara berbentuk republik sosialis. Kepala negaranya adalah presiden dan kepala pemerintahannya adalah perdana menteri. Ibu kota negara Vietnam adalah Hanoi. Penduduk Vietnam menganut agama Buddha, Konghucu, dan Taoisme. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Vietnam. Perekonomian sebagian besar penduduk Vietnam adalah pertanian.

Padi merupakan hasil utama pertanian di Vietnam. Industri di Vietnam meliputi tekstil, semen, pupuk, kaca, dan ban. Pertambangan di Vietnam menghasilkan emas, bijih besi, timah, gamping, fosfat, tungsten (wolfram), dan seng. Hasil hutannya adalah bambu, kina, kayu, dan kayu manis. Terdapat dua sungai penting yaitu Mekong dan S. Songka.

Kamboja


Bentuk pemerintahan negara Kamboja adalah kerajaan. Dipimpin oleh raja, sedangkan kepala pemerintahannya adalah perdana menteri. Ibu kota Phnom Penh. Bahasa resmi penduduk Kamboja adalah bahasa Khmer. Sebagian besar penghidupan penduduknya di sektor pertanian.

Myanmar


Myanmar merupakan negara republik dengan kepala negara seorang presiden, sedangkan kepala pemerintahan seorang perdana menteri. Bahasa resmi penduduk Myanmar adalah bahasa Myanmar.


Laos


Merupakan negara yang berbentuk republik dengan kepala negara presiden dan kepala pemerintahan perdana menteri. Laos termasuk salah satu negara termiskin di dunia. Rakyatnya hidup di sektor pertanian yang menghasilkan beras, jagung, tembakau, jeruk, dan kopi. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Lao. Sebagian besar penduduk Laos beragama Buddha.

Timor Leste


Timor Leste atau Timor Lorosae merupakan negara republik yang belum lama merdeka. Negara ini melepaskan diri dari Republik Indonesia, sebagai provinsi ke-27 pada tahun 1999. Presiden pertamanya Xanana Gusmao. Penduduk Timor Leste sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Bahasa yang digunakan adalahbahasa Indonesia dan Portugal. Sebagian besar penduduk Timor Leste beragama Katolik.

Sistem Administrasi Wilayah Indonesia

PERKEMBANGAN SISTEM ADMINISTRASI

WILAYAH INDONESIA

Peta Wilayah Indonesia
Perkembangan Wilayah Administrasi Indonesia
Pada awalnya berdiri negara kesatuan Republik Indonesia terdiri atas 8 provinsi yang ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 19 Agustus 1945 yaitu sebagai berikut:
  1. Sumatra
  2. Jawa Barat
  3. Jawa Tengah
  4. Jawa Timur
  5. Sunda Kecil (kepulauan Nusa Tenggara)
  6. Kalimantan
  7. Sulawesi
  8. Maluku
Pada tahun 1950, provinsi di Indonesia jumlahnya 11.  Hasil pemekaran dari Provinsi Sumatra yaitu Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Tengah dan Sumatra Selatan.  Provinsi Jawa Tengah dimekarkan menjadi Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Perkembangan jumlah provinsi di Indonesia adalah sebagai berikut :
  • Pada tahun 1956, jumlah provinsi di Indonesia adalah 15 provinsi.
  • Pada tahun 1957,jumlah provinsi di Indonesia ada17 provinsi.
  • Pada tahun 1958, provinsi di Indonesia berjumlah 20 provinsi.
  • Pada tahun 1959, provinsi di Indonesia berjumlah 20 provinsi.
  • Pada tahun 1960, provinsi di Indonesia berjumlah 21 provinsi.
  • Pada tahun 1967, provinsi di Indonesia berjumlah 25 provinsi.
  • Pada tahun 1969, provinsi di Indonesia berjumlah 26 provinsi.
  • Pada tahun 1976 , Timor Timur bergabung dengan Indonesia dan menjadi provinsi ke 27.
  • Pada tahun 1999, Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia dan Provinsi Maluku dimekarkan menjadi Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara.
  • Pada tahun 2000, Provinsi di Indonesia berjumlah 32 provinsi.
  • Pada tahun 2002,Provinsi di Indonesia berjumlah 33 provinsi.
  • Pada tahun 2004,Provinsi di Indonesia berjumlah 33 provinsi.
Provinsi dan ibu Kota Provinsi
No.ProvinsiIbu Kota
1Nanggroe Aceh DarussalamBanda Aceh
2Sumatra UtaraMedan
3Sumatra BaratPadang
4RiauPekan Baru
5Kepulauan RiauBandar Seri Bentan
6JambiJambi
7BengkuluBengkulu
8Sumatra SelatanPalembang
9Bangka BelitungPangkal Pinang
10LampungBandar Lampung
11DKI JakartaJakarta
12BantenSerang
13Jawa BaratBandung
14Jawa TengahSemarang
15DI YogyakartaYogyakarta
16Jawa TimurSurabaya
17BaliDenpasar
18Nusa Tenggara BaratMataram
19Nusa Tenggara TimurKupang
20Kalimantan BaratPontianak
21Kalimantan TengahPalangkaraya
22Kalimantan TimurSamarinda
23Kalimantan SelatanBanjarmasin
24Sulawesi UtaraManado
25GorontaloGorontalo
26Sulawesi TengahPalu
27Sulawesi BaratMamuju
28Sulawesi SelatanMakassar
29Sulawesi TenggaraKendari
30MalukuAmbon
31Maluku UtaraSofifi
32PapuaJayapura
33Irian Jaya BaratManokwari
Peta Wilayah Provinsi di Indonesia
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Didirikan:  7 Desember 1956
Luas Wilayah:  55.392 km2
Letak Astronomis:  2⁰ LU – 6⁰ LU dan 95⁰ BT-98⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Selat Malaka
Timur:  Provinsi Sumatra Utara
Selatan:  Samudra Hindia
Barat:  Samudra Hindia
Provinsi Sumatra Utara
Didirikan:  7 Desember 1956
Luas Wilayah:  71.680 km2
Letak Astronomis:  1⁰ LU – 4⁰ LU dan 98⁰ BT- 100⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Provinsi NAD
Timur:  Selat Malaka
Selatan:  Provinsi Sumatra Barat dan Riau
Barat:  Samudra Hindia
Provinsi Sumatra Barat
Didirikan:  3 Juli 1956
Luas Wilayah:  49.333 km2
Letak Astronomis:  1⁰ LU – 3⁰ LS dan 98⁰ BT- 102⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Provinsi Sumatra Utara
Timur:  Provinsi Riau
Selatan:  Provinsi Jambi dan Bengkulu
Barat:  Samudra Hindia
Provinsi Riau
Didirikan:  25 Juli 1958
Luas Wilayah:  94.561 km2
Letak Astronomis:  1⁰ LU – 2⁰ LS dan 100⁰ BT – 105⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Provinsi Sumatra Utara
Timur:  Selat Malaka dan Laut Cina Selatan
Selatan:  Provinsi Jambi
Barat:  Provinsi Sumatra Barat
Provinsi Kepulauan Riau
Didirikan:  24 September 2002
Luas Wilayah:  11.196 km2
Letak Astronomis:  4⁰ LU – 1⁰ LS dan 104⁰ BT – 107⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Singapura dan Laut Cina Selatan
Timur:  Provinsi Kalimantan Barat
Selatan:  Selat Karimata
Barat:  Provinsi Riau
Provinsi Jambi
Didirikan:  2 Juli 1958
Luas Wilayah:  53.436 km2
Letak Astronomis:  1⁰ LS – 3⁰ LS dan 101⁰ BT – 104⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Provinsi Riau
Timur:  Selat Berhala dan Laut Cina Selatan
Selatan:  Provinsi Sumatra Barat
Barat:  Provinsi Sumatra Barat
Provinsi Bengkulu
Didirikan:  12 September 1967
Luas Wilayah:  21.168 km2
Letak Astronomis:  2⁰ LS – 5⁰ LS dan 101⁰ BT – 104⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatra Barat
Timur:  Provinsi  Sumatra Selatan dan Jambi
Selatan:  Provinsi Lampung dan Samudra Hindia
Barat:  Samudra Hindia
Provinsi Sumatra Selatan
Didirikan:  14 Agustus 1950
Luas Wilayah:  113.339 km2
Letak Astronomis:  1⁰ LS-5⁰ LS dan 102⁰ BT – 105⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Provinsi Jambi
Timur:  Provinsi Bangka Belitung
Selatan:  Provinsi Lampung
Barat:  Provinsi Bengkulu
Provinsi Bangka Belitung
Didirikan:  tahun 2000
Luas Wilayah:  13.664 km2
Letak Astronomis:  1⁰ LS – 3⁰ LS dan 105⁰ – 108⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Laut Cina Selatan
Timur:  Selat Karimata
Selatan:  Laut Jawa
Barat:  Selat Bangka
Provinsi Lampung
Didirikan:  13 Februari 1964
Luas Wilayah:  35.376 km2
Letak Astronomis:  4⁰ LS – 6⁰ LS dan 103⁰ BT – 106⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Provinsi Sumatra Selatan
Timur:  Laut Jawa
Selatan:  Selat Sunda
Barat:  Samudra Hindia
Provinsi DKI Jakarta
Didirikan:  10 Febuari 1965
Luas Wilayah:  656 km2
Letak Astronomis:  6⁰ LS – 7⁰   LS dan 106⁰ BT – 108⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Laut Jawa
Timur:  Provinsi Jawa Barat
Selatan:  Provinsi Jawa Barat
Barat:  Provinsi Banten
Provinsi Banten
Didirikan:  tahun 2000
Luas Wilayah:  8.651 km2
Letak Astronomis:  6⁰ LS – 7⁰ LS dan 104⁰ BT – 107⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Laut Jawa
Timur:  Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta
Selatan:  Samudra Hindia
Barat:  Selat Sunda
Provinsi Jawa Barat
Didirikan:  14 Juli 1950
Luas Wilayah:  44.176 km2
Letak Astronomis:  6⁰ LS – 7⁰ LS dan 106⁰ BT – 107⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Provinsi DKI Jakarta dan Laut Jawa
Timur:  Provinsi Jawa Tengah
Selatan:  Samudra Hindia
Barat:  Provinsi Banten
Provinsi Jawa Tengah
Didirikan:  4 Juli 1950
Luas Wilayah:  34.864 km2
Letak Astronomis:  6⁰ LS – 8⁰ LS dan 108⁰ BT – 111⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Laut Jawa
Timur:  Provinsi Jawa Timur
Selatan:  Samudra Hindia dan Provinsi DI Yogyakarta
Barat:  Provinsi Jawa Barat
Provinsi DI Yogyakarta
Didirikan: 14 Maret 1950
Luas Wilayah:  3.142 km2
Letak Astronomis:  7⁰ LS – 8⁰ LS dan 110⁰ BT – 111⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Provinsi Jawa Tengah
Timur:  Provinsi Jawa Tengah
Selatan:  Samudra Hindia
Barat:  Provinsi Jawa Tengah
Provinsi Jawa Timur
Didirikan:  4 Maret 1950
Luas Wilayah:  47.921 km2
Letak Astronomis:  7⁰ LS – 8⁰ LS dan 111⁰ BT – 114⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Laut Jawa
Timur:  Selat  Bali
Selatan:  Provinsi Jawa Tengah
Barat:  Samudra Hindia
Provinsi Bali
Didirikan:  14 Agustus 1958
Luas Wilayah:  5.632 km2
Letak Astronomis:  7⁰ LS – 9⁰ LS dan 114⁰ BT – 116⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Laut Bali
Timur:  Selat Lombok
Selatan:  Samudra Hindia
Barat:  Selat Bali
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
Didirikan:  14 Agustus 1958
Luas Wilayah:  20.153 km2
Letak Astronomis:  8⁰ LS -9⁰ LS dan 115⁰ BT – 119⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Laut Flores
Timur:  Selat Sape
Selatan:  Samudra  Hindia
Barat:  Selat  Lombok
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
Didirikan:  14 Agustus 1958
Luas Wilayah:  47.389 km2
Letak Astronomis:  8⁰ LS – 12⁰ LS dan 118⁰ BT – 126⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Laut Flores
Timur:  Selat Ombai
Selatan:  Samudra Hindia
Barat:  Selat Sape
Kalimantan Barat
Didirikan:  7 Desember 1956
Luas Wilayah:  146.807 km2
Letak Astronomis:  2⁰ LU – 3⁰ LS dan 108⁰ BT – 114⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Negara Malaysia
Timur:  Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur
Selatan:  Laut Jawa
Barat:  Laut Cina Selatan dan Selat Karimata
Provinsi Kalimantan Tengah
Didirikan:  2 Juli 1958
Luas Wilayah:  153.800 km2
Letak Astronomis:  1⁰ LU – 4⁰ LS dan 111⁰ BT – 116⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat
Timur:  Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan
Selatan:  Laut Jawa
Barat:  Provinsi Kalimantan Barat
Provinsi  Kalimantan Timur
Didirikan:  7 Desember 1956
Luas Wilayah:  211.446 km2
Letak Astronomis:  4⁰ LU – 3⁰ LS dan 113⁰ BT – 119⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Negara Malaysia
Timur:  Selat Makasssar dan Laut Sulawesi
Selatan:  Provinsi Kalimantan Selatan
Barat:  Negara Malaysia
Provinsi Kalimantan Selatan
Didirikan:  7 Desember 1956
Luas Wilayah:  36.985 km2
Letak Astronomis:  1⁰ LS – 4⁰ LS dan 114⁰ BT – 117⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Provinsi Kalimantan  Timur
Timur:  Selat Makassar
Selatan:  Laut Jawa
Barat:  Provinsi Kalimantan Tengah
Provinsi Sulawesi Utara
Didirikan:  13 Desember 1960
Luas Wilayah:  25.768 km2
Letak Astronomis:  0⁰ LU – 3⁰ LU dan 123⁰ BT – 126⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Laut Sulawesi
Timur:  Laut Maluku
Selatan:  Laut Maluku
Barat:  Provinsi Gorontalo
Provinsi Gorontalo
Didirikan:  22 Desember 2000
Luas Wilayah:  10.804 km2
Letak Astronomis:  0⁰ LU – 1⁰ LU dan 121⁰ BT – 123⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Laut Sulawesi
Timur:  Provinsi Sulawesi Utara
Selatan:  Teluk Tomini
Barat:  Provinsi Sulawesi Tengah
Provinsi Sulawesi Tengah
Didirikan:  23 September 1964
Luas Wilayah:  68.033 km2
Letak Astronomis:  2⁰ LU – 3⁰ LS dan 120⁰ BT – 122⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Laut Sulawesi
Timur:  Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan
Selatan:  Provinsi Sulawesi Tenggara
Barat:  Selat Makassar
Provinsi Sulawesi Barat
Didirikan:  tahun 2004
Luas Wilayah:  16.787 km2
Letak Astronomis:  1⁰ LS – 4⁰ LS dan 119⁰ BT – 120⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Provinsi Sulawesi Tengah
Timur:  Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan
Selatan:  Provinsi Sulawesi Selatan
Barat:  Selat Makasar
Provinsi Sulawesi Selatan
Didirikan:  13 Desember 1960
Luas Wilayah:  62.482 km2
Letak Astronomis:  0⁰ – 7⁰ LS dan 119⁰ BT – 122⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat
Timur:  Provinsi SulawesiTengggara
Selatan:  Laut Flores
Barat:  Selat Makassar
Provinsi Sulawesi Tenggara
Didirikan:  23 September 1964
Luas Wilayah:  38.140 km2
Letak Astronomis:  3⁰ LS – 6⁰ LS  dan 121⁰ BT – 124⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan
Timur:  Laut Banda
Selatan:  Laut Flores
Barat:  Teluk Bone
Provinsi Maluku
Didirikan:  1 Juli 1958
Luas Wilayah:  85.728 km2
Letak Astronomis:  3⁰ BT –  9⁰ LS dan 126⁰ BT – 135⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Laut Seram
Timur:  Laut Seram
Selatan:  Laut Timor dan Laut Arafuru
Barat:  Laut Maluku
Provinsi Maluku Utara
Didirikan:  4 Oktober 1999
Luas Wilayah:  53.836 km2
Letak Astronomis:  3⁰ LU – 2⁰ LS dan 125⁰ BT – 130⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Samudra Pasifik
Timur:  Laut Halmahera
Selatan:  Laut Seram
Barat:  Laut Maluku
Provinsi Papua
Didirikan:  1969
Luas Wilayah:  –
Letak Astronomis:  1⁰ LS – 9⁰ LS dan 135⁰  BT – 141⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Samudra Pasifik
Timur:  Papua Nugini
Selatan:  Laut Arafuru
Barat:  Irian Jaya Barat
Provinsi Irian Jaya barat
Didirikan:  tahun 2004
Luas Wilayah:  –
Letak Astronomis:  0⁰ LS – 5⁰ LS dan 130⁰ BT – 135⁰ BT
Batas Wilayah
Utara:  Samudra Pasifik
Timur:  Provinsi Papua
Selatan:  Laut Arafuru
Barat:  Laut Seram dan Laut Halmahera
Wilayah Laut Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah lautan yang cukup luas.  Wilayah daratannya terdiri dari beribu-ribu pulau.  Indonesia merupakan negara kepulauan terluas di dunia, dengan ribuan pulau yang tersebar di khatulistiwa terletak pada posisi silang yang sangat strategis, yang berada di Benua Asia dan Australia serta Samudra Hindia dan Pasifik.
Wilayah Indonesia pada saat proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 masih mengikuti Territoriale Zee en Maritieme Ordonantie tahun 1939.  Lebar laut wilayah Indonesia 3 mil diukur dari garis air terendah dari masing-masing pantai pulau Indonesia, penetapan tersebut tidak menjamin kesatuan wilayah NKRI.  Hal ini lebih terasa lagi bila dihadapkan pada pergolakan-pergolakan dalam negeri pada saat itu.  Mengingat keadaan lingkungan alamnya, persatuan bangsa dan kesatuan wilayah negara menjadi tuntunan utama bagi terwujudnya kemakmuran dan keamanan.  Atas pertimbangan tersebut, maka dikeluarkan Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957.
Deklarasi Djuanda menyatakan bahwa letak geografis Indonesia adalah  negara kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau besar dan kecil dengan sifat dan corak tersendiri.  Deklarasi tersebut juga menyatakan bahwa demi keutuhan teritorial dan untuk melindungi kekayaan negara yang ada di dalamnya, pulau-pulau serta laut yang ada harus dianggap sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh, yang ditetepkan UU No:4/Prp Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia.
Sejak tahun 1960 luas wilayah berubah dari + 2 juta km2 menjadi + 5 juta km2, dengan 65 % wilayahnya terdiri atas laut atau perairan.  Perairan laut Indonesia berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional di Jamaika tahun 1982 dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
  1. Batas laut teritorial yaitu 12 mil dari titik terluar sebuah pulau ke laut bebas,.  Berdasarkan batas tersebut, negara Indonesia memiliki kedaulatan atas air, bawah laut, dasar laut, dan udara di sekitarnya termasuk kekayaan alam di dalamnya.
  2. Batas landas kontinen sebuah negara paling jauh 200 mil dari garis dasar ke laut bebas dengan kedalaman tidak lebih dari 200 meter.  Ladas kontinen adalah dasar laut dari arah pantai ke tengah laut dengan kedalaman tidak lebih dari 200 meter.
  3. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) ditarik dari titik terluar pantai sebuah pulau sejauh 200 mil.  Dengan bertambahnya luas perairan Indonesia, maka kekayaan alam yang terkandug di dalamnya bertambah pula.  Oleh karena itu, Indonesia bertanggung jawab untuk melestarikan dan melindungi sumber daya alam dari kerusakan.
Peta Wilayah Laut Indonesia
Berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional di Jamaika tahun 1982 perairan laut teritorial Indonesia terdiri atas tiga bagian yaitu laut teritorial, batas landas kontinen, dan zona ekonomi eksklusif (ZEE).  Selain ketiga wilayah perairan laut masih ada wilayah ini berbeda di dalam dan di antara Kepulauan Indonesia.  Contoh wilayah perairan ini misalnya Laut Jawa, Selat Sunda, Selat Makasar, dan Laut Banda.
Untuk kepentingan persahabatan antar negara maka dlam konvensi Hukum Laut Internasional ditetapkan adanya lintas damai melalui laut teritorial.  Yang dimaksud lintas damai adalah jalur wilayah laut teritorial yang boleh digunakan oleh pihak asing sepanjang tidak merugikan bagi kedamaian, ketertiban, dan keamanan negara yang berdaulat.
Laut selain berfungsi sebagai penghubung wilayah satu dengan yang lain dalam memperlancar hubungan transportasi, juga kekayaan yang terkandung di dalamnya sangat menopang kehidupan rakyat.  Potensi yang ada di laut dapat menimbulkan masalah apabila pengelolaannya tanpa memperhatikan lingkungan.
Untuk mencegah kerusakan lingkungan laut maka beberapa usaha yang dapat dilakukan adalah :

  1. Membatasi penggunaan beberapa macam alat penangkapan ikan.
  2. Alat penangkap ikan berupa pukat harimau dilarang guna melindungi berbagai ikan tertentu.
  3. memperhatikan daerah, jalur, dan musim penangkapan.
  4. Mencegah pencemaran dan kerusakan, melakukan rehabilitasi, dan budidaya sumber daya ikan.
  5. Membatasi daerah penangkapan.
  6. Pengelolaan sumber daya alam dengan pendekatan lingkungan.  Sumber daya alam harus digunakan secara nasional, tidak merusak lingkungan hidup, dilaksanakan dengan kebijaksanaan yang menyeluruh, dan memperhatikan generasi yang akan datang.
  7. Membuat undang-undang untuk melindungi penyu dan melindungi pantai tempat penyu bertelur.
  8. Mengeluarkan PP No. 17 tahun 1974 tentang Pengawasan Pelaksanaan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi di daerah lepas pantai untuk menjaga terpeliharanya lingkungan laut.